Cabor Siap Gelar Pertandingan news

Cabor Siap Gelar Pertandingan

September 15, 2018 16

PERHELATAN Asian Para Games III tahun 2018 bisa terbilang kurang dari tiga minggu lagi. Pesta olahraga untuk atlet penyandang disabilitas negara-negara se-Asia itu akan berlangsung 6-13 Oktober mendatang. Menjelang waktu perhelatan, segenap persiapan pun tengah dilakukan Panitia Pelaksana Asian Para Games (INAPGOC), guna memenuhi target sukses perhelatan, seperti kompetisi rapat kompetitif (rakor) Manajer Kompetisi yang berlangsung di Goodrich Suites Hotel Jakarta, Jumat (14/9/2018) malam . Sebanyak 18 manajer dari 18 cabang olahraga yang akan dipertukarkan akan disingkat rapat koordinasi. Dalam rakor tersebut, Fanny Riawan selaku Direktur Olahraga Asian Para Games 2018 mengatakan ada enam hal yang dibahas dalam rakor bersama manajer tersebut. Pertama, finalisasi panitia pelaksana per cabang olahraga hingga relawan. Lalu pengecekan peralatan final yang sudah 100 persen sudah berada di gudang. “Saat ini peralatan olahraga sudah ada 100 persen di gudang vendor, nanti akhir bulan semua itu akan bergerak ke gudangnya INAPGOC, kemudian disistrubusikan ke venue-venue,” ucapnya. Ia juga menyatakan bahwa rakat tersebut menghasilkan kesiapan para panitia disetiap cabornya. “Hari ini panpel setiap cabor sudah final. Alhamdulillah mereka menyatakan siap mengerjakan tugasnya masing-masing pada saat permainan saat ini. Kami memang memastikan bahwa panpel dan sukarelawan yang akan hadir, prinsip dan hemat,” ungkapnya. Dirinya juga mengatakan jika jadwal kompetisi harian dan jadwal pertandingan yang memiliki acara medali, sejalan dengan agenda siaran. Ia juga menuturkan akan ada anggaran tambahan untuk kebutuhan minor di game time (waktu pelaksanaan), yang merupakan upaya pihaknya dalam segi pelayanan. Pertemuan final panpel besar menuju game akan berlangsung H-5. Menurut Fanny akan dibangun secara keseluruhan, misalnya, Petugas Teknis Internasional (ITO), Petugas Teknis Nasional (NTO), Pekerja Lapangan dan Relawan. “Data semua lengkap, waktu tunggu kedatangan TD sebanyak 19 orang dan ITO 312 orang di mana hingga kini sudah 70 persen yang akan menebak tiket masuk, setelah itu bergeser ke NTO yang keenam99 orang,” terangnya. Sebelumnya, Raja Sapta Oktohari selaku Ketua INAPGOC mengatakan bahwa tantangan yang terberat yang dihadapinya adalah masalah waktu. Meski demikian, pria yang akrab disapa Okto itu, tetap optimis bahwa gelaran Asian Para Games akan berjalan sukses layaknya Asian Games XVIII. Juga mepetnya waktu menuju waktu permainan tidak menjadi penghalang, tidak ada tantangan bagi INAPGOC. “Waktu jadi tantangan besar, hanya tinggal tiga pekan yang masih banyak yang harus dipersiapkan. Kami ingin semua pihak yang sama-sama dengan detik-detik akhir ini,” serunya. Sementara itu jika berbicara relawan atau relawan yang akan dilakukan di Asian Para Games 2018, INAPGOC akan menggunakan 7.500 relawan yang merupakan hasil penyelesaian dari 17.500 pendaftar. Nantinya relawan akan tersebar ke beberapa titik, khusunya venue pertandingan. INAPGOC sendiri telah menggandeng Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mereka yang ingin menjadi sukarelawan yang akan mengorbit pada gelaran multi event, empat-total tingkat Asia bagi para atlet penyandang disabilitas. Selama pelatihan terakhir koordinator relawan Asian Para Games 2018, para peserta dan fasilitator melakukan kunjungan dan berputar ke arena yang akan dipakai. Tempat yang dikunjungi adalah Gelora Bung Karno, Jakarta International Velodrome, Klub Kelapa Gading, dan GOR Tanjung Priok. Selain itu, dilakukan simulasi pendampingan penyandang disabilitas di lokasi-tempat tersebut, sekaligus melakukan aksesibilitas setiap arena. Kegiatan ini menciptakan agar para peserta memahami dan mempraktikkan cara pendampingan penyandang disabilitas netra, rungu, daksa, grahita, dan mental. Dari interaksi tersebut, para koordinator lebih mampu memahami keterbatasan, diskriminasi, dan stigmatisasi yang dialami penyandang disabilitas.